Hutan Tanaman Pohon Jati Di Indonesia

Hutan Tanaman Pohon Jati Di Indonesia

Penduduk Indonesia sejak lama sudah mengenal tanaman Pohon Jati. Perkembangan hutan jati di Indonesia dalam sejarahnya dikaitkan dengan perkembangan civilization budaya masyarakat dan pemerintahan kerajaan Hindu. Simak juga artikel Jual Bibit Jati Solomon Kultur Jaringan Cepat Panen dan Penyedia Bibit Unggul Jati Solomon jual bibit jati.

Di Indonesia tanaman jati mengalami proses naturalisasi di Pulau Jawa. Perkebunan jati di Pulau Jawa dilakukan secara besar-besaran pada masa penjajahan Belanda, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan sebagian kecil di Jawa Barat. Anggapan yang beredar saat ini mengatakan bahwa asal muasal Pohon Jati di Jawa adalah dari
Gujarat, India dibawa oleh para pedagang India yang datang ke Jawa pada saat itu. Ada juga yang menyatakan bahwa hutan jati di Jawa mungkin merupakan hasil penanaman di akhir era Hindu (abad ke-14 hingga ke-16).

Diduga penguasa Jawa masa itu telah menganggap jati sebagai pohon suci dan lantas meng-impor-nya dari Kelinga di pantai timur India Selatan sejak abad kedua dan menanamnya di sekitar candi. Pohon jati memang banyak ditemukan di sekitar candi untuk menghormati Dewa Syiwa. Tetapi saat ini ada suatu kajian lebih ilmiah
yaitu kajian dengan menggunakan isozyme analisis dan analasia data morfologi yang menyatakan bahwa berdasarkan struktur genetik jati di Jawa lebih mirip dengan struktur genetik jati dari Thailand dari pada struktur genetik jati India.

Sehingga ada dugaan bahwa jati India sudah lama terisolasi secara geografis dari populasi jati lainnya. Dengan demikian pendapat umum yang mengatakan bahwa Pohon Jati Jawa berasal dari India masih harus dipertimbangkan lagi karena tidak terlihat adanya kedekatan secara struktur genetiknya. Terlepas dari kontradiksi asal
muasal Pohon Jati di Jawa di atas, kenyataannya sekarang ini tanaman jati telah berkembang sedemikian rupa di Jawa dan telah menjadi komoditi kayu utama di pulau ini. Hutan tanaman Jati di Jawa saat ini paling banyak terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada wilayah dengan ketinggian 650 m di atas permukaan laut (dpl).

Hanya di daerah Besuki Pohon Jati tumbuh di dataran lebih rendah yakni 200 m dpl. Hutan jati yang cukup luas di Jawa terpusat di daerah Alas Roban, Rembang, Blora, Grobogan dan Pati. Jati dengan kualitas kayu terbaik dihasilkan oleh daerah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dimana di daerah ini pada umumnya tanahnya berkapur. Saat ini sebagian besar hutan jati di Jawa dikelola oleh Perum Perhutani, sebuah perusahaan umum milik negara di bidang kehutanan. Perhutani menguasai 85.37% kawasan hutan di Jawa atau sekitar 2.4 juta hektar, dimana 52.9% (1,269,000 ha) diantaranya merupakan hutan tanaman jati (Kollert and Cherubini, 2012). Hutan jati di Jawa tidak saja dimiliki oleh Perhutani, masyarakat juga sudah banyak menanam jenis pohon ini dalam bentuk hutan tanaman rakyat. Namun sayang tidak tersedia data luasan hutan jati yang dikelola oleh masyarakat ini.

Di samping dikembangkan di Pulau Jawa, tanaman jati di Indonesia juga menyebar Pulau Muna (Sulawesi), Pulau Sumba, Bali dan beberapa pulau di sekitarnya. Pengembangan Pohon Jati di Sulawesi Selatan baru dilaksanakan pada masa 1960-an dan 1970-an. Ketika itu banyak lahan Di Billa, Soppeng, Bone, Sidrap dan Enrekang sedang dihutankan kembali menggunakan jenis tanaman ini. Pertumbuhan jati di daerah ini dilaporkan tidak kalah dengan pertumbuhan jati di Jawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *