Review Beauty And The Beast 2017

Apakah kamu sudah menonton film Beauty and The Beast versi tahun 2017? Film live action yang diangkat dari novel dengan judul yang sama ini memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemar kisah fairy tale. Cerita dari film ini pernah ditayangkan dalam versi kartun pada tahun 1991, dan sukses menyedot perhatian penonton terutama bagi para wanita dan anak-anak.

Seperti yang di lansir oleh situs nontonxxi, film ini disutradarai oleh Bill Condon, dengan pemeran utama dibawakan oleh Emma Watson. Cerita dalam film ini dibawakan dengan gaya drama musikal, jadi selama film diputar kita akan disuguhkan dengan banyak musik yang sangat kental dengan nuansa fairy tale. Emma Watson memerankan tokoh utama wanita bernama Belle, seorang gadis anak tunggal yang jatuh cinta pada seorang buruk rupa yang ternyata mendapat kutukan.

Unsur Jenaka Saat Scene Dark

Pada awal-awal scene nuansa film lebih dark, namun unsur jenaka atau kelucuan tetap dapat dirasakan. Apalagi saat orang-orang dikutuk menjadi barang pecah belah dan perabotan rumah tangga. Efek CGI dalam film ini juga cukup bagus, meskipun tetap ada kekurangan yang terlihat. Tetapi hal tersebut tidak terlalu terlihat jelas jika tidak benar-benar diamati.

Latar Belakang Perancis

Film Beauty and The Beast tahun 2017 hadir dengan latar belakang Perancis, bahkan nuansanya sangat kental dengan kultur budaya Perancis. Sayangnya, para pemeran tokoh dalam film tersebut masih terasa sangat british dalam hal dialog. Hanya tokoh Lumiere yang berhasil membawakan logat France, yang diperankan oleh Ewan McGregor.

Isu Homoseksual

Sempat beredar isu mengenai isi dari film ini yang berbau homoseksual. Namun hal tersebut tidaklah benar, karena dari awal pemutaran film hingga selesai tidak ada penayangan adegan yang merujuk pada nuansa homoseksual. Meski rating film ini untuk R13+, film ini tetap aman dikonsumsi dan tidak menampilkan adegan apapun yang terkesan vulgar. Memang karakter LeFou dibawakan dengan gaya yang sedikit anggun namun bukan berarti ada unsur homoseksual yang perlu dikhawatirkan karena tidak ada perilaku yang terkesan menyimpang.

Musik Klasik

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, film ini bertajuk drama musikal. Jadi tidak heran kalau kita akan banyak mendengarkan musik-musik klasik yang sangat memanjakan telinga. Apalagi nuansa film memang sangat kental dengan fairy tale, jadi gabungan keduanya sangat cocok dan cukup menghibur.

Pecinta drama korea wajib nonton beberapa film drakor terbaru di situsĀ nontonxxi.online/genre/drakor/

Film ini memang terbilang cukup sukses, apalagi karena didukung oleh tim dibalik layar seperti kostum dan artistik. Jadi sangat disayangkan kalau kamu belum menonton film ini, karena saat menontonnya kamu akan terhanyut dengan alur ceritanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *